Dulu waktu saya melahirkan Aliandra, merupakan persalinan yang tidak saya rencanakan sama sekali. Karena dulu saya niatnya ingin melahirkan normal dan semua persiapan untuk melahirkan normal saya lakukan. Mulai dari senam ibu hamil, memilih bidan dan dokter SpOG yang pro normal, mempersiapkan biaya untuk persalinan secara normal, hingga memilih klinik dan rumah sakit alternatif. Sehingga pada saat ternyata Aliandra harus dilahirkan hari itu juga, peralatan persalinan yang mesti dibawa belum disiapkan sama sekali. Karena memang saya niat untuk beres-beres itu 2 minggu sebelum persalinan, namun ternyata 4 minggu sebelum HPL, Aliandra sudah harus lahir. di artikel ini saya akan sharing tentang cerita saya melahirkan caesar dan hubungannya dengan imunitas anak.

Pengalaman Saya Operasi Caesar

Operasi caesar adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengeluarkan janin melalui celah sayatan pada perut serta rahim ibu, biasanya dibuat melintang persis di bawah garis pinggang.

Operasi caesar bisa dilakukan sebagai tindakan darurat saat dokter merasa kehamilan sang Ibu terlalu berisiko untuk dilahirkan secara normal walaupun bisa juga apabila kelahiran caesar tersebut adalah permintaan pasien sendiri. Dokter kemungkinan akan mempertimbangkan operasi caesar pada beberapa kondisi, misalnya :

  • Terjadi karena kondisi sang Ibu, misalnya kondisi usia, fisik, atau Ibu mengalami penyakit tertentu.
  • Janin tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga harus dilahirkan secepatnya.
  • Terjadi pada kondisi yang membahayakan keselamatan Ibu, misalnya Ibu mengalami perdarahan vagina yang berlebihan.
  • Posisi plasenta yang terlalu turun atau plasenta previa.
  • Kondisi janin dalam rahim tidak normal dan terhalangnya jalan lahir, misalnya karena panggul sempit.
  • Pernah menjalani operasi caesar pada persalinan sebelumnya.
  • Ibu mengandung lebih dari satu janin dalam waktu yang bersamaan (janin kembar).

Kondisi saya saat itu dikarenakan air ketuban saya merembes dan semakin naik minggu skala nya semakin kecil. Setelah seminggu di rawat inap untuk bed rest, dokter memutuskan untuk menyelamatkan anak saya. Iya, anak saya lahir secara Caesar dan juga prematur. Sedih dan merasa gagal melahirkan di waktu yang tepat sempat menghampiri saya, singkatnya saya mengalami babyblues. Apalagi 1 minggu setelah Aliandra boleh pulang kerumah, dia harus balik lagi di rawat inap karena hiperbilirubin. Untuk ibu baru seperti saya tentu sempat membuat saya blank atas apa yang harus saya lakukan. Walaupun di rumah juga saya dibantu oleh Ibu saya, namun Ibu saya belum pernah pengalaman merawat anak yang hiperbilirubin.

Ditengah saya masih recovery setelah melahirkan caesar, saya juga harus bolak balik untuk menjenguk dan mengASIhi anak saya dirumah sakit. Tapi tentunya hal ini membuat saya tidak patah semangat, karena banyaknya dukungan disekitar saya yang membuat saya tetap semangat untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil.

Hubungannya Melahirkan Caesar dengan Sistem Imun Anak

Saat itu, saya sama sekali belum mengetahui ilmu soal nutrisi dan sistem imun bagi anak lahir caesar. Memang apa hubungannya? saya pikir, dengan memberikan makanan yang bergizi saja sudah cukup, dan saya tidak mempertimbangkan hal-hal lainnya. Namun, pada saat usianya 1 tahun saya mulai mempertimbangkan apakah anak saya ada alergi atau tidak setelah dokter SpOG nya Aliandra menyampaikan kalau anak saya mempunyai alergi karena saat itu Aliandra sering pilek. selain itu, saya juga belum berani memberikan Aliandra makanan seafood karena saya juga mempunyai alergi beberapa makanan seafood. Saya pikir, ini karena factor keturunan karena kan Alergi pada anak umumnya bersifat genetik. Artinya, anak berisiko memiliki alergi jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita alergi.

Alergi adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengeluarkan reaksi yang berlebihan terhadap suatu zat yang memicu alergi atau yang disebut juga alergen. Sistem kekebalan tubuh ini kemudian akan menyerang alergen yang menyebabkan munculnya gejala-gejala pada tubuh. Sistem kekebalan tubuh bertugas untuk membasmi benda asing atau zat yang dianggap berbahaya, seperti kuman, virus, dan racun, ketika benda atau zat tersebut masuk ke dalam tubuh. Karena alergi inilah juga mengganggu imunitas tubuh Aliandra. Anak saya memiliki alergi debu dan dingin, dan suka tiba-tiba bersin berair. Walaupun menjelang siang itu akan hilang dengan sendirinya.

Saat Itu saya belum mengetahui sama sekali kalau imunitas anak lahir caesar itu tidak sama dengan imunitas anak lahir normal, sampai pada minggu lalu saya mengikuti webinar mengenai optimalkan imunitas anak kelahiran caesar dengan microbiota sehat bersama nutriclub melalui zoom. Saya terkejut dan ingin sekali mengetahuinya. Apakah alergi anak saya ini karena faktor melahirkan caesar? Kenapa bisa begitu?

Menurut DR. dr. Ali Sungkar, SpOG (K), Sistem imunitas atau kekebalan tubuh pertama didapatkan berdasarkan interaksi pertama tubuh ibu dan janin yang baru lahir. Kondisi inilah yang membedakan pada proses anak yang lahir caesar dengan normal. Karena di dalam tubuh kita terdapat lebih dari 10 juta mikrobiota dibanding sel manusianya, dan mikrobiota ini adalah penghuni tubuh kita.

Terdapat 10 tempat ditubuh kita yang menjadi ‘rumah’ nya bakteri baik ini, yaitu hidung, mulut, telinga, paru-paru, perut, saluran kemih, kulit, vagina, usus besar dan usus kecil. Ketika anak dilahirkan secara normal, imunitas tertingginya adalah melalui jalan lahirnya, karena anak lahir normal mengambil sebagian besar tahapan awal mikrobiota dari ibunya yang berada pada vagina, feses, ASI, mulut, dan kulit. Mikrobiota tertinggi termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium sebagai perlindungan awal bagi anak dimasa kehidupannya. Dari situ anak belajar menghisap, dan menjilat melalui kulit ibunya.

Dibanding anak yang dilahirkan secara normal, Dokter Ali juga menyampaikan kalau anak yang lahir caesar lebih banyak terpapar mikrobiota yang berada pada lingkungan pertamanya. Karena proses kolonisasi mikrobiotanya dipengaruhi oleh faktor eksternal sehingga membutuhkan waktu agar terjadi keseimbangan mikrobiota usus.

Sama seperti Dokter Ali, Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi Prof. Dr. Moh. Juffrie, SpA(K), PhD juga menjelaskan bahwa sebuah penelitian menunjukkan, anak lahir caesar butuh waktu enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan anak lahir normal. Awal kehidupan hingga usia 3 tahun merupakan jangka waktu penting pada anak untuk mengembalikan profil mikrobiota menjadi seimbang. Karena itu anak lahir caesar lebih rentan kekurangan bakteri baik dan rentan terhadap penyakit. Penelitian menunjukkan c-section berkaitan dengan beberapa penyakit jangka panjang, seperti : asma, alergi makanan, obesitas, diabetes melitus tipe 1 dan IBD.

Apa yang Harus Dilakukan

Setelah mendengar penjelasan dari dokter Ali dan prof Juffrie, membuat saya teringat kembali kepada riwayat penyakit Aliandra selama ini yang lebih banyak disebabkan karena alergi nya sehingga mempengaruhi sistem imunitas tubuhnya. Lalu, apa yang harus dilakukan Ibu seperti saya yang memiliki anak lahir caesar agar imunitasnya tetap terpenuhi?

Ibu harus tetap memenuhi nutrisi harian si kecil agar perkembangan mikrobiota saluran cerna tercukupi seimbang. Sumber-sumber mikrobiota yang mendukung imunitas pada anak terdapat pada ASI dan makanan padat. Mikrobiota saluran cerna didapatkan sejak anak lahir dan berkembang hingga usia 3 tahun, dan pada periode tersebut merupakan waktu yang terbaik untuk membentuk mikrobiota yang sehat bagi pertumbuhan si kecil. Selain itu pemberian ASI eksklusif sangat penting karena mengandung lebih dari 200 spesies mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan prebiotic yang mengandung human milk oligosaccharides untuk mendukung perkembangan microbiota saluran cerna anak.

Prof. Juffrie juga menjelaskan bahwa kombinasi probiotik dan prebiotik atau yang disebut juga sebagai simbiotik, dapat bekerja sinergis serta memberikan efek baik dapat membantu mempercepat kolonisasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium pada si kecil yang lahir secara caesar.

Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak kita selalu sehat dan pertumbuhannya dapat berkembang secara optimal karena hal ini akan mempengaruhi kecerdasannya kelak, untuk itu saya harus semakin baik lagi dalam memberikan nutrisi yang sehat untuk anak saya. Saya yakin, anak yang dilahirkan secara caesar juga bisa mendapatkan nutrisi yang sama baiknya dengan anak yang dilahirkan secara normal, sama cerdasnya, dan sama pertumbuhannya tergantung bagaimana kita sebagai orang tua yang merawat buah hati kita sebaik-baiknya.

Pada sesi penutup, Mom Cynthia Lamusu juga memberikan pesan untuk calon Ibu yang ingin merencanakan kelahiran, bahwa setiap Ibu pasti ingin kelahiran anaknya sesuai dengan harapan, namun ketika hal tersebut diluar dengan ekspektasi, ada baiknya kita mendengarkan yang terbaik dari dokter yang menangani kita bahwa itulah yang terbaik. Dengan doa, dukungan suami dan keluarga, membuat saya jadi lebih mudah melalui semuanya bahkan saat pemulihan caesar pun saya tidak merasa sakit sama sekali.

Wah.. kata-kata diatas membuat saya jadi teringat pada kisah saya ini. Untuk para Mama, tetap semangat ya! Apapun jalur kelahiran si kecil, percayalah bahwa semua itu adalah yang terbaik bagi Mama dan sang anak. Sebagai orang tua, yang perlu kita lakukan adalah memaksimalkan tumbuh kembangnya agar optimal dengan penyedian nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan si kecil, termasuk kebutuhan untuk menjaga keseimbangan saluran cernanya.

Bagi para mama yang masih ingin belajar seputar hal ini, yuk kunjungi www.nutriclub.co.id atau Instagram @nutriclub_id ya moms!